Pengolahan Limbah Peternakan Sapi yang Memiliki Nilai Tambah

Pengolahan Limbah Peternakan Sapi yang Memiliki Nilai Tambah

Limbah, sebagaimana sampah pada umumnya harus dikelola dengan baik. Pasalnya, jika hanya dibuang begitu saja, pastilah akan mencemari lingkungan. Padahal pengolahan limbah peternakan yang tepat akan memberikan nilai tepat guna.

Limbah peternakan tidak sama dengan sampah rumah tangga atau yang lainnya. Lebih bersifat organik daripada anorganik. Oleh karenanya memerlukan penangan khusus, agar keberadaannya pada badan air atau tanah tidak akan membuat pencemaran lingkungan.

Cara Pengolahan Limbah Peternakan Sapi

Tata kelola pengolahan limbah peternakan seharusnya menjadi perhatian yang utama bagi dinas terkait. Karena dapat menjadi sumber polutan yang mengganggu lingkungan. Terlebih jika peternak membiarkan begitu saja hasil buangannya. Oleh karena itu harus dikelola dengan baik.

Pengolahan limbah sapi merupakan hal yang unik. Penyebabnya, dari hewan penghasil susu ini, limbahnya berupa organik yang terdiri dari dua bagian, yaitu padatan dan cairan. Pengelolaan yang tepat, akan memberikan nilai bagi rumah tangga yang menggunakannya.

Biogas

Limbah padat sapi yang berupa feses dapat diubah menjadi biogas yang memiliki  fungsi seperti gas elpiji. Bahkan, ditengarai kotoran dua ekor sapi dapat diolah untuk memberikan energi memasak bagi dua orang.

Proses pembuatan biogas ini dapat dilakukan oleh peternak setiap paginya dalam waktu yang sama. Penyebabnya jangan sampai kotoran sapi menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap sehingga mencemari lingkungan.

Caranya adalah kotoran sapi dicampur dengan air dengan perbandingan 1 banding 2. Lalu dimasukan ke dalam tangki cerna sehingga menjadi dalam keadaan tanpa udara. Proses ini dibantu oleh bantu anaerob. Proses ini dapat dilakukan setiap hari, dimana penambahan feses tersebut melalui inlet chamber sampai batas tertentu. Gas yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pengganti LPG.

Pupuk Kandang Sapi

Kotoran sapi, baik berupa feses maupun urine dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang. Sebabnya adalah feses ini mengandung serat organik yang dapat membantu tanah untuk memperbaiki kesuburannya.

Bahkan, menurut penelitian, tanah liat dan berpasir pun akan menjadi gembur dan layak ditanami, bila ditambahkan pupuk kandang sapi dalam jumlah yang cukup untuk memperbaiki kandungan haranya.

Caranya adalah dengan mencampurkan kotoran sapi dengan sekam padi lalu diberikan stardec. Tambahkan molases dan diaduk. Peternak haru mengatur kadar kelembabannya maksimal 60 persen. cirinya adalah campuran tersebut jika digenggam tidak akan mawur, tidak adanya air, serta tangan tidak menjadi basah.

Prosesnya pun tidak terlalu rumit. Namun, memerlukan kesabaran, karena peternak seperti memiliki tanggung jawab ekstra. Selain harus merawat sapinya, juga mengelola limbah yang dihasilkannya.

Pengolahan limbah peternakan seharusnya menjadi bagian yang terpisahkan dari tanggung jawab peternak. Dampaknya pun sangat positif, selain mengurangi polutan, juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, yaitu penghematan biaya gas serta penjualan pupuk organik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *